ARCA RECO PENTUNG, begitu lazim disebut di daerah jawa timuran, kalau di jawa disebut juga arca gupala/gupolo drawapala, saya sudah beberapa kali mempuat bentuk seperti ini untuk gudang garam waru, sama sekolah tinggi agama budha di tangerang.bagi anda yang ingin memiliki silahkan hubungi saya.. estimasi pengerjaan 3 bulan.
 |
| RECO PENTUNG GUPOLO |
 |
| RECO PENTUNG GUPOLO |
 |
| RECO PENTUNG GUPOLO |
 |
| RECO PENTUNG GUPOLO |
 |
| RECO PENTUNG GUPOLO |
Dwarapala adalah patung penjaga gerbang atau pintu dalam ajaran
Siwa dan
Buddha, berbentuk
manusia atau
monster. Biasanya dwarapala diletakkan di luar
candi, kuil atau bangunan lain untuk melindungi tempat suci atau tempat keramat di dalamnya. Dwarapala biasanya digambarkan sebagai makhluk yang menyeramkan. Bergantung pada kemakmuran suatu kuil, jumlah arca dwarapala dapat hanya sendirian, sepasang, atau berkelompok.
Dwarapala terbesar di Jawa terdapat di
Singosari terbuat dari batu
andesit utuh setinggi 3,7 meter. Di Pulau
Jawa dan
Bali arca dwarapala biasanya diukir dari batu andesit, berperawakan gemuk dan digambarkan dalam posisi tubuh setengah berlutut, menggenggam senjata gada. Sedangkan dwarapala di
Kamboja dan
Thailand memiliki perawakan tubuh lebih langsing dengan posisi tubuh tegak lurus memegang gada di tengah tepat di antara kedua kakinya. Patung dwarapala di Thailand dibuat dari tembikar tanah liat yang dilapisi glazur pucat susu. Patung seperti ini dibuat pada masa Kerajaan
Sukhothai dan
Ayutthaya (abad ke-14 hingga ke-15) diproduksi oleh beberapa tempat pembakaran tembikar di Thailand utara.
[1]Bangunan suci yang kecil biasanya memiliki hanya satu arca dwarapala. Sering kali dwarapala diletakkan berpasangan di antara gerbang masuk. beberapa situs bangunan suci yang lebih besar memiliki empat, delapan, bahkan dua belas arca dwarapala yang menjaga empat penjuru mata angin sebagai
Lokapala, dewa penjaga empat atau delapan penjuru mata angin.
0 comments:
Post a Comment